Desember 20, 2023

Buku Tahunan HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY 2023

by , in

 

✨Buku Tahunan HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY 2023✨


Hallo temen-temen 🥰

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini telah terbit Buku Tahunan HIMA PGSD KAMPUS III FIPP UNY 2023. Isi Buku Tahunan ini tentang kenangan-kenangan kita yang telah kita lalui bersama selama satu periode kepengurusan HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY. 

Yuk langsung kepoin aja nich 😍

Klik link di bawah ini untuk mengunjungi atau dapat mengunjungi di Sekre HIMA PGSD KAMPUS III FIPP UNY yang tersedia buku cetaknya loh🤗😍


https://anyflip.com/hwcfo/ljge/ 


┊         ┊       ┊   ┊    ┊        ┊

┊         ┊       ┊   ┊   ˚★⋆。˚  ⋆

┊         ┊       ┊   ⋆

┊         ┊       ★⋆

┊ ◦

★⋆      ┊ .  ˚

           ˚★

----------------------------------------------------

🍀 Official Account HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY 🍀

Instagram: @pgsdkampus3uny

Twitter: @pgsdkampus3uny

Youtube: PGSD Kampus III UNY

Tiktok: @pgsdkampus3fippuny

Blog: pgsdkampus3-uny.blogspot.com

Email: pgdkampus3uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDK3FIPPUNY

#AksiKolaborasi

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas

#BukuTahunan2023




Desember 20, 2023

E Buletin #13 HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY

by , in

 📰 E-BULETIN #13 📰


Halo, Sobat E-Buletin👋

Gimana nih kabarnya??

Semoga senantiasa dalam keadaan sehat, kuat, dan semangat yaa!! 🙌


Nah, E-Buletin hadir lagi dengan edisi ke-13, loh!

E-Buletin #13 ini hadir buat nemenin sobat E-Buletin break dulu dari hiruk-pikuk tugas dan UAS nih!🤩


Pasti pada penasaran kan di E-Buletin edisi kali ini ada apa aja⁉️

Jadi, di edisi ini kita nggak cuma ada karya-karya keren dari Mahasiswa PGSD Kampus III aja, tapi juga ada review dari berbagai kegiatan dan program kerja yang udah dilaksanakan sama HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY, loh!!


Yang penasaran sama E-Buletin #13, yuk bisa dicek di link yang tertera ya! 📰


⬇️⬇️⬇️

https://bit.ly/E-BuletinIMPOST_13

⬆️⬆️⬆️


Tunggu apalagi??

Yukk, buruan diakses dan dibaca🤩

Terima kasih dan sampai jumpa👋


----------------------------------------------------

🍀 Official Account HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY 🍀

Instagram: @pgsdkampus3uny

Twitter: @pgsdkampus3uny

Youtube: PGSD Kampus III UNY

Tiktok: @pgsdkampus3fippuny

Blog: pgsdkampus3-uny.blogspot.co




Mei 08, 2023

E-Buletin #12 HIMA PGSD KAMPUS III FIPP UNY

by , in

 ✨ E-BULETIN #12 ✨


Hallo Haii Sobat E-Buletin 🥰🪄

Gimana nih kabarnya??

Semoga dalam keadaan sehat dan semangat buat menjalani kuliah yaa!! 🙌🏻


Nah, buat temen-temen semua yang lagi mikirin tugas kuliah, mending take a break dulu buat baca E-Buletin #12 dari karya mahasiswa PGSD Kampus III FIPP UNY🥰


Di edisi kali ini, kita juga mereview kegiatan-kegiatan dan program kerja yang sudah dilaksanakan lho!!

Jadi, yuk lebih mengenal HIMA lewat E-Buletin🙌🏻


Cek di sini yaa >>>> https://drive.google.com/file/d/1hqRbNlKsKNTmQcG_uCnkkQjjE_oXmIW7/view?usp=drivesdk <<<


Tunggu apalagi?? Yukk, buruan didownload dan dibaca🫶🏼

Terima kasih dan sampai jumpa di E-Buletin edisi selanjutnya 👋🏻


----------------------------------------------------

🍀 Official Account HIMA PGSD Kampus III FIPP UNY 🍀

Instagram: @pgsdkampus3uny

Twitter: @pgsdkampus3uny

Youtube: PGSD Kampus III UNY

Tiktok: @pgsdkampus3fippuny

Blog: pgsdkampus3-uny.blogspot.com

Email: pgdkampus3uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDK3



Januari 11, 2023

APARTEMEN UNIT 23 (Karya Oktavian Budi Sulistyanto)

by , in

 APARTEMEN UNIT 23


Penulis : Oktavian Budi Sulistyanto

Kelas F Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Andi mengajak Rani pindah ke apartemen yang baru, karena ada sengketa tanah di apartemen lamanya. Lokasinya pun tidak jauh dari sekolah Rani dan tempat kerja Andi. Andi menjadi tulang punggung Rani selepas kedua orang tuanya meninggal. Walau tinggal bersama, Andi sering kali pulang malam karena sibuk mengurusi pekerjaan di kantornya. Di apartemen baru mereka tinggal di lantai empat unit 23. Tiap lantai apartemen hanya berisi lima unit. Pemandangan di lobi ini sudah akrab dengan Rani, dan kian hari kian menyejukkan. Lantai berwarna krem berpola daun hijau muda. Di dinding sebelah kanan tergantung lukisan klasik Eropa. Pintu kedua lift berwarna perak dan simbol-simbol panah di tombol sudah mulai memudar. Rani capek setelah mengerjakan tugas kelompok di sekolah sampai sore, sehingga saat ini ia hanya ingin cepat mandi dan beristirahat. “Pak”, Rani menoleh ke arah satpam, “lift masih diperbaiki?” “Besok pagi diusahakan beres. Maaf ya, Non” Kata satpam sambil memperbaiki lift. “Betul ya, besok pagi?” Sahut bapak yang duduk dikursi melingkar. “Ya pak tinggal sedikit lagi, petugas reparasinya juga akan datang lebih awal.” Bapak itu menggerutu “Kalo bisa sebelum orang-orang berangkat kerja.” Ponsel Rani bergetar, dan ia mengeluarkannya dari saku. SMS dari Andi, sepertinya Rani makan malam sendiri lagi karena Andi pulang larut malam. Rani berjalan menuju tangga, pintu tangga berat sekali sampai Rani agak terengah saat mendorongnya. “Apartemen payah” Ujarnya. “Harga sewa masuk akal, satpam disiplin, tapi pintu dan lift sering macet.” Rani kesal karena capek dan harus melewati tangga sampai ke lantai empat. Rani meneruskan langkahnya. Pundak dan kaki Rani sudah mulai pegal, masih harus naik ke lantai empat. Pindah ke apartemen ini bukan ide Rani, walau harus diakui lokasinya strategis. Lebih dekat ke sekolahnya sekaligus tempat kerja Andi. Andi memutuskan pindah ke apartemen ini gara-gara apartemen lama mereka terlibat sengketa kepemilikan tanah dikabarkan media. Unit 22, persis di sebelah unit Rani. Belum pernah kelihatan penghuninya, walau dari sana terdengar dentuman musik rock. Rani menggemgam gagang pintu unit, dan dari bak sampah terdengar suara kemerisik. Perhatian Rani beralih ke arah bak sampah. Plastik hitam sudah tidak melapisi pinggiran bak, seperrti ada yang membenamnya. Rani pikir itu ulah tikus. Tanpa menunda-nunda, Rani menarik gagang pintu dan masuk ke dalam unit. Unit apartemen ini memang lebih luas dibanding unit apartemen yang dulu. Malam ini Andi tidak makan malam bersama. Berarti, Rani tidak perlu menyiapkan hidangan dan cukup makan nasi bungkus yang ia beli di jalan. Rani menanggalkan sepatu dan kaus kaki, lalu menyalakan lampu. Setelah mandi, ia merebus air untuk menyeduh teh. Sambil menunggu air mendidih, Rani membaca novel yang ia beli sepekan yang lalu. Teh panas selalu membuat badan terasa rileks dan membuat tidur nyenyak. Ditambah dinding dan tirai berwarna hijau muda membuat kesan nyaman. APARTEMEN BARU 2 Ponselnya berdering. “Baru makan malam?” Tanya Andi dari telepon di tempat kerjanya. “Nggak, capek, mau langsung tidur. Gimana pekerjaan kakak?” “lumayan melelahkan dari hari sebelumnya” 3 Obrolan mereka singkat, diakhiri pesan Andi agar Rani tidak lupa mengunci pintu. Rani menuangkan air yang mendidih dan mencelupkan teh di gelasnya. Pintu unit diketuk perlahan. Ia menunggu tetapi tidak ada ketukan susulan. Pikir Rani, mungkin karena kecapekan jadi salah dengar. Tak lama kemudian lampu berkedip satu kali, cukup membuat Rani merinding. Rani bergegas masuk ke kamar. Lamat-lamat didengarnya gesekan dari ruang tengah, seperti ada yang melintas. Sama dengan ketukan tadi, bunyi itu hanya terdengar satu kali. Pagi pun tiba, Laki-laki yang tinggal di unit sebelah menutup pintu dengan keras. Rani terkejut, sampai lupa menyelipkan kunci ke dompetnya. Laki-laki itu berpakaian jas berdasi serta membawa koper hitam seperti orang kantoran. “Kamu dengar itu tadi?” Tanyanya. Rani mengangguk, lalu laki-laki itu datang kepadanya sambil mengulurkan tangan. “Kenalkan nama ku Jonathan, maaf soal tadi karena terburu-buru ke bank untuk bekerja.” “Oh nama ku Rani, iya gak papa.” Rani tersenyum Laki-laki yang tinggal di unit sebelah ternyata bernama Jonathan. Lalu Jonathan bergegas berangkat ke bank . Rani juga bergegas berangkat ke sekolah, karena waktu hampir terlambat. Untung lift sudah diperbaiki, jadi mereka bisa menggunakan lift. Mereka menunggu lift, Rani mengetukkan ujung jari ke dagu. “Lama nih jalannya, pasti belum sepenuhnya diperbaiki.” Rani kesal, waktu hampir terlambat. “Bapak yang suka duduk di kursi melingkar pasti mengomel lagi, kamu tahu kan dia yang mana? Tinggal di unit 18, hobinya mengomel.” sahut Jonathan “Oh, aku ketemu dia kemarin” “Anggap saja angin lewat.” “Ting.” Pintu lift berdenting, mereka berdua masuk ke lift Pada jam istirahat, kelas heboh seperti biasanya. Memanfaatkan waktu sebelum kelas dimulai lagi, Rani selintas memikirkan hal yang terjadi semalam. Beep! Beep! Ponsel berdering, SMS dari Andi mengajak untuk makan bersama sepulang sekolah di restoran favoritnya. Temen sekelas menepuk pundak Rani. Ia menanyakan pekerjaan rumah yang diberikan guru kemarin. Rani menggelengkan kepala karena belum mengerjakan. Bel pulang berbunyi, Rani segera menemui Kakaknya di restoran favoritnya. Andi dan seorang wanita rekan kerjanya sudah menunggu di restoran. Wanita itu tampak anggun, ia tersenyum saat Rani duduk didepannya. Pesanan tiba, tiga porsi bakso dan tiga gelas jus jeruk. Setelah selesai makan, mereka pulang naik mobil Ford tua diantar oleh wanita rekan kerjanya Andi. Sepanjang sore, Rani menonton TV di ruang tengah. Sedangkan Andi membongkar semua kardus kosong. Andi hanya memajang satu lukisan di unit, lukisan bertulis Stay Calm And Carry On. Setelah memajang lukisan, Andi masuk ke kamar. Rani mematikan TV dan mengintip ke lorong. Lorong sama sekali sepi, pasti Jonathan yang menghuni unit sebelah belum pulang. Ia mengunci pintu dan mengerjakan PR di ruang tengah. SUARA 4 Setengah jam kemudian, Rani menguap. Rani membereskan buku dan menuju ke kamar. Waktunya membaringkan badan di kasur. Lalu dari ruang tengah terdengar suara tawa. Bukankah Andi sudah tidur, pikir Rani. Suara tawa itu lagi, seolah berada di depan pintu kamar. Muncul bunyi lain dari dapur seperti suara air mendidih, padahal Rani tidak merebus air. Pikir Rani, pasti itu kakaknya. Tanpa memikirkannya lebih lanjut, Rani tertidur nyenyak. Dua butir telur menjadi menu sarapan pagi ini. Andi merebus telur, menyiapkan bekal Rani, mengisi rice cooker dengan beras dan air. Seperti biasanya sarapannya sederhana. Setelah mandi, Rani menyantap sarapan yang dihidangkan oleh kakaknya. Sepertinya Andi akan pulang larut malam, Rani makan malam sendiri lagi. Andi berangkat ke tempat kerja pagi-pagi sekali, Rani masih menyantap sarapannya. Lalu Rani memakai deodoran dan menyisir rambut. Tasnya bersandar di kaki tempat tidur. Ketika Rani membungkuk mengambil tas, pandangannya beralih ke sisir diatas meja yang baru saja dipakai. Seutas rambut berada di sisir bergagang merah itu. Utas yang panjang, rambutnya melebihi rambur Rani yang hanya sedagu. Rani bertanya-tanya, siapa yang memakai sisir ini setelah dipakai Rani. Seseorang berambut lurus panjang. Ia menatap sisirnya lagi, dan utas rambut itu masih ada. Bulu kuduk Rani merinding, ia segera mengambil bekal roti berselai coklat dan keluar dari unit. Ia mengunci pintu unit, lalu menyelipkan kunci ke dompet. Ia bergegas berangkat ke sekolah. Sepulang sekolah, ketiga meja loby kosong. Maka Rani memanfaatkan kesempatan untuk duduk dan melepas lelah. Ia tidak ingin berburu-buru naik ke lantai yang ditempati unitnya. Pandangannya mengarah ke lukisan replika eropa kuno. Petugas kebersihan sedang membersihkan lampu perak di langit-langit. Beep! Beep! Ponsel Rani berdering, SMS dari Andi. “Mau makan apa sore ini? Biar kakak pesankan,” Rani tersenyum membaca pesan dari kakaknya. “nggak usah kak, Rani goreng telur aja,” Rani membalas pesannya. Rani mengambil langkah berjalan ke lift dan menuju ke unitnya. Setelah masuk ke unit, Rani mengambil handuk dan baju ganti di kamar. Tangan Rani siap menarik gagang pintu kamar mandi saat terdengar bunyi air mengucur. Tidak salah keran di wastafel kamar mandi sedang dinyalakan, tapi siapa yang menyalakan. Kucuran air mengecil sampai mati sama sekali. Kamar mandi kembali senyap, Rani segera menekan tombol lampu dan membuka pintu kamar mandi. Ia masuk ke dalam kamar mandi. Pintu tidak tertutup senditi, keran wastafel tetap mati. Tetapi kaca wastafel berkabut seperti ada uap panas. Padahal apartemen ini tidak ada fasilitas pemanas air. Rani kembali ke ruang tengah, tidak jadi mandi karena takut. Rani tertidur di sofa sampai larut malam hingga Andi pulang. Andi membangunkan Rani dan bertanya. “Rani kenapa kamu belum mandi sampai larut malam?” “Selama disini pernah alami hal-hal aneh gak?” Rani bertanya balik . “Maksudnya aneh?” Andi merasa bingung. “Suara dari tempat yang gak ada orangnya, tanda barang kita habis dipakai orang lain” “Bikin bingung aja, maksudnya ada orang lain di unit ini?” Andi menggelengkan kepalanya. “Nggak, mungkin cuma karena kecapekan.” “Dah mandi sana, biar gak bau” Andi memberikan handuk yang berada disamping Rani 5 Makin dipikir, cerita Rani makin membingungkan. Tawa di ruang tengah dan utas rambut lurus panjang di sisir milik Rani. Setelah mandi, Rani melihat pintu kamar Andi terbuka. Rani melangkah menuju ke kamar kakaknya. Terlihat tirai kamar kakaknya itu separuh terbuka, sebuah sosok muncul dari balik tirai. Sesaat kaki Rani terasa kaku, jarak antara pintu kamar dan tirai jendela tidak terlalu jauh. Sosok itu jelas berambut panjang, orang yang memakai sisir Rani sewaktu itu. Ia menutup mata dan ketika membuka lagi, dibalik jendela Andi kosong. Tidak ada siapa pun di kamarnya. Rani menutup pintu dan berbalik meneruskan langkah menuju ke kamar. Apakah yang dilihatnya benar-benar sosok yang tak terlihat atau hanya halusinasi saja. Pukul lima kurang, Rani terbangun. Terdengar acara pertandingan sepak bola di TV. Ia masih gemetar teringat peristiwa semalam, ia mengintip dari pintu. Andi sedang duduk di ruang tengah. Rani menelan ludah, teringat dengan sosok yang ia lihat semalam. Tidak suara tawa yang muncul, tetapi penampakan sosok yang langsung ia lihat. Rani mencari informasi dari internet, tentang apartemen yang ia tinggali. Tidak ada hasil yang membantu sama sekali. Andai ada yang bisa menjelaskan apa yang terjeadi sebelumnya di apartemen ini. Tentunya lebih efektif Kalau menanyai Jonathan yang tinggal disebelah unitnya. Pagi ini, Rani berniat untuk belanja untuk makan siang. Seratus meter dari sini ada warung yang menyediakan sup ayam. Ditambah es coklat di sebelah warung. Makan siang nanti pasti sangat menyenangkan. Rani berjalan ke arah lift. Dalam hatinya bertanya-tanya, siapa dan apa yang terjadi di apartemen ini sebelum ia pindah ke sini. Ia akan menanyai Jonathan sepulang dari belanja untuk makan siang. Lift tiba di lobi utama, Rani berjalan keluar. Dua bapak-bapak sedang berdiskusi di lobi. Rani mendenar percakapan dua bapak itu. “Nggak membebani kok pak,” kata bapak yang satu lagi. “Silahkan anaknya tinggal disini sampai tenang” Hanya sedikit yang Rani dengar dari percakapan kedua bapak itu. Rani mengeluarkan payung berwarna biru. Ia menyusuri gang di samping gedung apartemen ini. Angin semilir berhembus, Cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi mendung. Rani bergegas menuju ke warung yang dituju. Sesampai disana, warung yang dituju ternyata tutup. Ia kesal, makan siang yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Akhirnya Rani kembali ke apartemen. Di lobi apartemen, Rani teringat bahwa mau menanyakan sesuatu kepada Jonathan. Saat tiba di depan unit Jonathan, Rani mendengar suara tawa yang sama. Suara tawa itu berasal dari unitnya. Padahal tidak ada siapapun di unitnya. Ia mengetuk pintu unit Jonathan. “Tok! Tok! Tok!” Jonathan membuka pintu unit. “Hai, ada apa? Silahkan masuk.” Kata Jonathan sambil membawa DVD musik. Mereka duduk di bangku ruang tengah Jonathan. “Aku mau nanya kak, tahu nggak siapa penghuni sebelumnya di apartemen ini atau di unit 23 gitu?” “Itu sih bukan penghuni, Cuma nginap sebentar. Waktu itu ada kejadian tragis di unit 23 yang kamu tinggali saat ini.” “Kejadian apa kak?” Rani penasaran apa yang sebenarnya terjadi “Wanita yang menginap itu bunuh diri” “Hah, Bunuh diri?” SOSOK 6 “Semenjak kejadian itu, tidak ada yang menghuni di unit 23. Kecuali kamu saat ini.” “Kak, wanita yang tinggal di unit 23 sebelum aku umur berapa ya?” “Kurang tahu, yang jelas wanita itu seorang mahasiswi.” “Oh, ya udah terima kasih informasinya kak.” Rani keluar dan melangkah menuju ke unitnya. Rani menanggalkan sepatu, mengambil handuk dan baju ganti. Rani menuju ke kamar mandi. Tiba-tiba lampu mati, suasananya berubah menjadi gelap gulita. Sepertinya terjadi gangguan listrik. Dalam situasi ini, Rani memasang telinga, tapi tidak mendengar apa-apa. Lampu menyala lagi, Rani meminjakkan kaki di kamar mandi. Ia merasa lega, tidak terjadi hal aneh. Saat ia keluar dari kamar mandi, muncul sosok wanita dibelakangnya. Rani merasakan kehadiran seseorang tapi tidak ada pergerakan sama sekali. Ia menoleh kebelakang, dan menjerit. Jonathan mendengar jeritan Rani, Ia segera mendobrak pintu unit milik Rani. Tanpa basa-basi, Jonathan meraih pergelangan tangan Rani. “Ayo.” Jonathan menarik Rani, dan mereka keluar dari unit 23. Mereka lari ke unit sebelah milik Jonathan. Jonathan mengunci pintu mengunci pintu dan menarik Rani agar mengikutinya ke ruangan pribadinya. Tidak ada barang di ruangan itu selain kardus dan meja kerjanya. “Duduk disitu.” Jonathan menunjuk dibalik kardus. “Penjelasannya agak rumit, susah dipercaya.” Tatapan Rani begitu serius. “Belakangan ini, aku mengalami hal-hal yang nggak bisa dipercaya.” “Di dunia ini ada dimensi lain, dunia yang kita diami sehari-hari. Ada makhluk lain bukan manusia, yang tinggal di dimensi lain. Kita hidup berdampingan dengan mereka. Kadang antara dua saling bersinggungan, seperti contohnya sosok wanita tadi.” Penjelasan Jonathan meyakinkan Rani. “Perlu balik lagi ke unit 23?” Tanya Jonathan. “Nggak usah, aku disini aja sampai kakakku pulang.” “Oh iya kak, noleh tanya satu hal?” Rani merasa ketakutan. “Tanya apa?” “Apa kita bisa masuk ke dimensi lain?” “Biasanya kita tinggal di dimensi kita sendiri. Tapi kadang kita bisa terpleset ke dimensi lain, kaya kamu tadi.” “Apa bisa masih bisa pulang kalau masuk ke dimensi lain?” “Bisa, tapi nggak langsung. Sampai kita bisa kembali ke dimensi kita sendiri, biasanya ada hubungannya jika terpleset ke dimensi lain. Dan Cuma diri sendiri yang bisa mencari kunci untuk keluar ke dimensinya sendiri. Mau balik sekarang? Udah larut malam.” “ya udah kak, aku balik ke unit 23. Sebentar lagi juga kakakku pulang.” Bulu kuduk Rani masih merinding. 7 Apa yang salah dengan dirinya, ada keterikatan apa dirinya dengan sosok wanita itu. Rani begitu bingung. Saat ia memasuki unitnya, seluruh ruangan unit gelap gulita. Pintu tibatiba tertutup sendiri. Sepertinya ia berada di dimensi lain. Ternyata Rani terpeleset kedalam dimensi lain. Dari kejauhan, Rani melihat sosok wanita yang sama. Rani menjerit meminta pertolongan. Jonathan mendengar jeritan di diunit 23. Untungnya Andi lewat di depan Jonathan, Jonathan memberi tahu apa yang terjadi kepada Rani. "Siapa itu! Apa mau mu dariku, apakah aku pernah mengusikmu?" ucap Rani yang sedang panik. Sosok wanita itu pun semakin lama semakin mendekati Rani, ia pun semakin lama semakin panik. "Pergi! Jangan mendekat aku tidak pernah mengganggu mu" Teriak Rani. Seketika ada yang menarik tangan Rani dari sebelah. Dari sisi luar, Andi dan Jonathan mendobrak pintu unit. Dan pintu pun terbuka. Andi dan Jonathan terkejut melihat Rani digandeng oleh sosok wanita. Mereka segera masuk ke unit, pintu tertutup sendiri. Mereka terjebak di dimensi lain, dimana ruangan unit berubah menjadi ruangan misterius. "Siapa kamu,mau kamu apakan adik ku" ucap Andi. "Adikmu akan menemaniku disini untuk selamanya.” Ucap sosok wanita itu. "Selama aku tinggal disini, tidak pernah melihat sosok ini ditempat ini.” Ucap Jonatan. Sosok wanita itu membawa Rani. Sepertinya Rani kehilangan kesadaran karena wanita itu menggandeng Rani. "Apa yang harus kita lakukan, Aku tidak mau kehilangan adikku." Jonathan pun memikirkan cara untuk menemukan Rani. "Kita harus mencari adikmu didalam dimensi ini." ucap Jonathan. "Apa? Yang benar saja, bagaimana caranya untuk menemukan adikku? Kita sama sekali belum mengenal tempat ini” Tanya Andi. "Hanya ada satu cara untuk menemukan adikmu. Kita akan terus berjalan sampai menemukan petunjuk." Ucap Jonathan. “Bagaimana bisa? Bagaimana jika tidak ada petunjuk? Dimensi ini seperti ruangan kuno.” Andi merasa bingung seakan tidak percaya jika ia dapat bertemu dengan Rani lagi. Setelah mencari di ruangan itu, Andi menemukan petunjuk berupa pisau berlumur darah tergeletak di lantai. Andi mengambil pisau itu dan menyimpannya di tas yang ia bawa. "Kita harus berhati hati dengan sosok wanita tersebut, pasti wanita itu ingin mencelakai kita, apapun yang terjadi tetaplah bersama.” Ucap Jonathan Tidak jauh dari pisau yang ditemukan, Andi melihat sebuah gulungan kertas tergeletak diatas meja. Andi dan Jonathan segera mengambil gulungan kertas itu. Jonathan membuka gulungan kertas, di dalamnya bertulis Apa kamu mau berteman dengan ku? Apa kamu menyukai ku? Aku sangat menyukaimu. Ternyata sosok wanita itu berada di dalam cermin. Mereka menoleh kea rah cermin, cermin itu seketika pecah. Lalu mereka memeriksa setiap pintu diruangan itu. DIMENSI LAIN 8 Saat berada di depan pintu kamar, Jonathan menemuka sebuah dompet berwarna pink tergeletak di lantai, sepertinya itu dompet sosok wanita itu sebelum meninggal. Andi mengambil dompet itu, Ia membuka isi dompet. Di dalam dompet ia melihat, foto wanita itu. Ternyata wanita itu bernama Nadia. Jonathan membuka pintu kamar. Di lantai kamar berserakan helai-helai rambut panjang. Ada bercak darah seperti terseret ke dalam lemari yang tertutup kain putih. Nadia si sosok wanita itu keluar dari lemari sambil menggenggam pisau berlumur darah. Andi dan Jonathan berbalik dan berlari. Lampu-lampu berkedip. Rani sendirian di lorong dimensi itu, terkepung pintu-pintu yang kembali tertutup. Di belakangnya utas-utas rambut berterbangan. Rani menyerukan nama kakaknya. Tidak ada satu pun jawaban. Satu pintu terbuka, itu adalah Andi dan Jonathan. Mereka berlari menghampiri Rani. Di belakangnya diikuti Nadia menggenggam pisau berlumur darah. Rambutnya terurai menutupi wajahnya. Bajunya tercoreng berlumur darah. “Ayo, cepat lari!” Andi menarik tangan Rani Mereka berlari kearah pintu unit. Mereka menarik gagang pintu dan keluar. Pintu unit tertutup sendiri. Mereka melangkah menuju unit milik Jonathan. Rani dibaringkan di lantai dekat kursi-kursi. Andi mengobati kaki Rani yang terluka seperti sayatan pisau. Jonathan menyeduh teh, lalu membawanya ke Rani. 9 Sejak kejadian itu, Rani terpaksa harus pindah dari apartemen itu ke apartemen lain. Mungkin Nadia tidak suka dengan kedatangan Rani dan Andi. Keesokan harinya, Rani dan Andi berkemas untuk mencari apartemen lain. Sebelum pindah, mereka mengucapkan terima kasih kepada Jonathan yang sudah membantu dalam kejadian yang menimpa semalam. “Selamat jalan” Ucap Jonathan sambil tersenyum. Hari ini Rani dan Andi meninggalkan apartemen itu, mereka mencari apartemen lain demi kenyamanan dan keselamatan nyawanya. Mereka pindah ke sebuah apartemen dengan bangunan yang tidak begitu besar, walaupun cukup jauh dari sekolah Rani dan tempat kerja Andi. Sepekan telah berlalu, semenjak Rani dan Andi pindah ke apartemen lain. Mereka tidak lagi merasakan hal aneh. Tidak ada suara tawa atau sesuatu yang aneh. Mereka merasa nyaman di apartemen yang ditempati sekarang. Mereka masih sering bertemu dengan Jonathan dan mengobroldi suatu tempat. PERGI

Januari 11, 2023

Petruk Dadi Kunir (Karya Aulia Imroatulatifa)

by , in

Judul Karya                : Petruk Dadi Kurir

Ukuran Karya             : 60x80 cm

Tahun Pembuatan       : 2022

Media                          : Acrilyc on Canvas 

Catatan: Sudah pernah dipamerkan pada Pameran Seni Rupa Sat-Set yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo yang bekerjasama dengan Forum Seni Rupa Kulon Progo selama tanggal 23 Agustus sampai 1 September 2022 yang bertempat di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo.

Januari 11, 2023

Ela dan Lia (Cerpen Karya Agustina Sinar Giyan Saputri)

by , in

 Ela dan Lia

Cerpen: Agustina Sinar Giyan Saputri (PGSD Kelas 1E)

    Namaku Ela, gadis 15 tahun. Anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di sebuah pedesaan yang jauh dari peradaban. Saat umurku menginjak 3 tahun, Ayahku meninggal karena sebuah kecelakaan. Aku tinggal bersama dengan Mama. Namun, aku merasa kurang diperhatikan dan selalu merasa sendiri. Aku bukan tipe anak yang mudah bergaul dengan orang lain. Bahkan bisa dibilang sulit mempunyai teman. Aku dikaruniai sebuah kemampuan bisa melihat apa yang kalian tidak bisa lihat yang pada awalnya aku tak menyadari itu.

    Ketika usiaku beranjak 5 tahun, aku melakukan sebuah kesalahan. Di sekolah, aku memukul temanku yang mengejekku “anak aneh”. Karena marah, aku reflek memukul wajahnya. Saat itulah sekolah memanggil Mama dan membawaku pulang. Karena Mama menilai tindakanku adalah tindakan yang sudah keterlaluan, Mama menghukumku dengan menempatkanku di loteng rumah yang minim cahaya dengan tujuan agar aku segera sadar akan kesalahanku dan tidak mengulanginya. Aku menangis sendiri di dalam loteng rumah. Saat itulah aku mendengar sebuah suara yang memanggilku.

    “Hey,” suara samar nan lembut itu menghentikan tangisanku. Aku takut dan malah semakin menangis dengan kencang.

     “Jangan menangis, aku tahu kamu sedang bersedih. Berhentilah menangis dan jadilah temanku mulai sekarang. Aku tak akan membiarkanmu menangis mulai sekarang dan siap menjadi pelindungmu,” suara itu kembali muncul.

    Aku yang ketakutan memberanikan diri untuk menelisik asal usul suara tersebut. Dengan berbekal keberanianku, aku membuka mata sembabku dan mulai mencari asal usul suara misterius tersebut. Setelah kucari, ternyata suara itu tepat berada di sampingku.

    Aku melihat seorang anak perempuan yang kira-kira umurnya tak jauh denganku saat itu. Wajahnya cantik dan manis. Ketakutanku pun sirna seketika.

    “Janganlah menangis dan tersenyumlah. Kau sangat jelek ketika sedang menangis,” katanya dengan nada mengejek.

    Akhirnya, aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya. “Kamu siapa?” tanyaku dengan penasaran.

    “Aku Lia.”

    “Aku Ela.”

    “Aku sudah tau. Hahaha,” sahutnya.

    “Bagaimana kamu tau? Darimana datangmu? Mengapa kau bisa berada di dalam loteng rumahku?”, tanyaku dengan penasaran.

    Namun Lia hanya memberi senyuman hangat kepadaku. Aku tak terlalu memedulikan hal itu. Aku memanggil Lia dengan sebutan “kakak” karena perawakannya yang lebih besar dariku.

    Paling tidak sekarang aku tidak lagi merasa kesepian dan menemukan teman baru. Dan begitulah akhirnya aku mendapatkan teman baru di sebuah loteng rumahku.

    Hari-hari selanjutnya, Lia selalu ada di sampingku benar-benar seperti penjagaku. Aku merasa telah menemukan teman yang cocok untuk berbicara denganku. Aku akhirnya mulai banyak berbicara dengannya, padahal aku termasuk anak yang tidak terlalu suka berbicara dengan orang lain. Aku bercerita banyak hal kepada Lia. Begitu pula sebaliknya.

    Mama yang melihatku pun merasakan adanya kejanggalan. Ia mengatakan bahwa aku kerap sekali berbicara dan tertawa sendiri. Aku menjelaskan bahwa aku sedang berbicara dan tertawa bersama kakakku. Mama merasa aneh dengan sikapku belakangan ini, juga karena aku mengatakan bahwa aku memiliki seorang kakak padahal aku adalah anak tunggal.

    Hari selanjutnya, Mama mendatangkan seorang psikiater dan memeriksakanku. Padahal aku merasa baik-baik saja namun bingung mengapa Mama memanggilkanku seorang psikiater. Kami bertiga duduk di meja makan. Saat itu, Lia sedang tidak berada di sampingku. Namun tak lama kemudian dia telah berada di sampingku dengan menarik kursi dan duduk di sebelahku. Aku sangat senang akhirnya Lia kembali di sampingku.

    Mama dan seorang psikiater tersebut bertatapan kebingungan. Karena yang dilihatnya hanyalah sebuah kursi yang bergerak sendiri. Mereka tidak dapat melihat Lia yang menggerakkan kursi tersebut. 

     Aku menjelaskan kepada mereka bahwa ada kakakku di sebelahku. Mereka masih tetap tak percaya. Karena tak mau masalah bertambah rumit, aku memutuskan pergi ke kamar saja bersama dengan Lia. Sementara Mama dan psikiater tersebut masih saling bicara.

    “Bu, sepertinya anak ibu ini adalah anak yang istimewa. Dia bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat,” kata psikiater.

    “Maksud Anda bagaimana ya?” tanya Mama dengan raut muka yang masih kebingungan.

    “Indigo. Itulah maksud saya. Ela dibekali kemampuan yang tidak semua orang bisa dapatkan. Saya berharap Anda dapat lebih memperhatikan Ela dan mulailah membangun hubungan yang erat dengannya. Saya sarankan Anda dan Ela menikmati quality time bersama. Itu demi kebaikannya. Saya permisi.” Kira-kira begitulah kata seorang psikiater tersebut dan pergi meninggalkan rumah kami.

    Aku sedang bermain di kamar bersama Lia. Tak lama kemudian, Mama masuk ke kamar dan berbicara denganku.

    “Ela, Bagaimana kalau kita berlibur berdua?” tanya Mama.

    “Mama kenapa? Biasanya tidak seperti ini. Kenapa tiba-tiba?” tanyaku. Biasanya Mama sering mengabaikanku. Namun sekarang, dengan tiba-tiba mengajakku berlibur berdua. Aneh.

    “Tidak apa-apa. Kita jarang sekali menikmati waktu bersama. Mama mempunyai ide untuk mengajakmu berlibur berdua bersama Mama. Juga agar hubungan kita dapat semakin dekat. Bagaimana?” pinta Mama kepadaku.

    “Baiklah, aku menurut saja,” jawabku mengiyakannya karena tak biasa menolak permintaannya.

    Begitulah akhirnya kami berlibur berdua. Sebenarnya tidak benar-benar berdua. Bertiga. Aku, Lia, dan Mama. Liburan yang asyik sekaligus menyenangkan.

    Hari-hariku kujalani dengan baik. Hubunganku dengan Mama makin membaik seperti orangtua dan anak yang seharusnya. Tahun-tahun berganti dan aku mulai bertumbuh menjadi gadis remaja. Aku kebingungan melihat Lia yang tidak bertumbuh menjadi lebih tinggi sepertiku. Jika kulihat-lihat, badannya masih sama seperti aku bertemu dengannya pertama kali. Padahal 10 tahun telah berlalu.

    Aku bertanya dengan Mama kenapa kakakku tidak bertumbuh sepertiku. Mama mengatakan bahwa besuk aku akan diberitahu hal yang sebenarnya. Seperti biasa, aku mengiyakan apa perkataan Mama. Keesokan harinya, setelah sekian lama akhirnya Mama membawa kembali orang yang dianggapnya bisa menyembuhkanku. Orang-orang menyebutnya “Mbah Karto”. Ia merupakan “orang pintar” yang direkomendasikan oleh teman Mama agar dapat menyembuhkan dan menyadarkanku. Seperti biasa, aku hanya menurut saja.

    Mbah Karto mendekatiku dan berkata kepadaku, “Nduk, Mbah akan memperlihatkanmu sesuatu yang sebenarnya kepadamu.” “Iya Mbah, saya menurut saja.” Seperti biasa, aku hanya menurut. Ditemani Lia, aku mengiyakan apa yang dikatakannya. Aku tak bisa mengerti apa yang diucapkan Mbah Karto. Kata Mama, Mbah Karto sedang membElakan doa dan mantra, aku hanya diminta untuk diam dan menunggu. Mbah Karto membElakan doa dan mantra menggunakan media air. Setelah selesai, Aku diminta untuk mendekat kepada Mbah Karto dan dibasuhnyalah wajahku menggunakan air yang telah didoakan dan diberi mantra olehnya.

    Setelah mukaku dibasuh, aku melihat Lia berlumuran darah. Pakaiannya lusuh berlumuran tanah dan darah. Kepalanya tidak lagi menyatu dengan tubuhnya. Bau anyir memenuhi seluruh ruangan di mana kami berada. Aku yang terlalu kaget akhirnya berteriak dan jatuh pingsan.

    Setelah aku siuman, ternyata Mama telah memutuskan untuk membeli rumah di sebuah perkotaan. Dan pada hari ini juga, Mama membawaku berpindah rumah dan meninggalkan rumah di pedesaan yang jauh dari peradaban ini. Dan sejak saat itu, aku tak dapat lagi melihat Lia.

Desember 08, 2022

IMPOST MAGAZINE Vol 4

by , in


 ✨ IMPOST Magazine Volume 4✨


Haii Haiii Sahabat IMPOST🥰

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini telah terbit IMPOST Magazine HIMA PGSD K3 Tahun 2022 lhoo!..

Yuk langsung klik di sini 


- https://bit.ly/impostmagazinevol4_ -

_____________

Official Account HIMA PGSD KAMPUS 3

Instagram : @pgsdkampus3uny

Youtube : PGSD Kampus 3 UNY

Blogspot : pgsdkampus3-uny.blogspot.com

Twitter :  @pgsdkampus3uny

_______________

#Cakranegara

#HIMAPGSDK3UNY2022

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas

#IMPOSTMAGAZINAVOL4

Desember 08, 2022

E-Bulletin #11

by , in

 

✨ E-BULETIN IMPOST #11 ✨


Hallo Haii Sobat IMPOST 🥰

Gimana nih kabarnya??

Semoga dalam keadaan sehat dan semangat buat menjalani kuliah yaa!! 🙌🏻


Nah, buat temen-temen semua yang lagi mikirin tugas kuliah, mending take a break dulu buat baca IMPOST E-Buletin #11 dari karya mahasiswa PGSD Kampus 1 dan 3 FIP UNY 😍


Di edisi kali ini, kita juga mereview kegiatan-kegiatan dan program kerja yang sudah dilaksanakan lho!!

Jadi, yuk lebih mengenal HIMA lewat IMPOST ✨


Penasaran? Yuk download di sini :

>>> https://bit.ly/e-buletinIMPOST11 <<<


Tunggu apalagi?? Yukk, buruan didownload dan dibaca 💖

Terima kasih dan sampai jumpa di IMPOST edisi selanjutnya 👋🏻

- Dari kami HIMA PGSD Kampus III UNY


----------------------------------------------------

Official Account HIMA PGSD Kampus 3 UNY

Instagram : @pgsdkampus3uny

Twitter : @pgsdkampus3uny

Youtube : PGSD Kampus III UNY

Spotify : PGSD Kampus III UNY

Blogspot : pgsdkampus3-uny.blogspot.com

Email : pgdkampus3uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#Cakranegara

#HIMAPGSDK3

#HIMAPGSDK3UNY

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas

Desember 08, 2022

E-Bulletin #10

by , in

 

✨ E-buletin  IMPOST #10✨


Haii Haiii Sobat IMPOST🥰

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini telah terbit E-buletin IMPOST #10 HIMA PGSD K3 UNY Tahun 2022 lhoo!..


Yuk langsung klik di sini -  https://bit.ly/IMPOST10 - Check this trough the links out!!


Kami berharap melalui majalah ini informasi dan komunikasi diantara anggota kepada pengurus, pengurus kepada anggota, dan anggota kepada anggota menjadi lebih dekat, jelas, cepat dan erat. KARMA (Karya Mahasiswa) dan E-buletin IMPOST inilah yang kami harapkan dapat menjadi salah satu media dan sarana informasi serta komunikasi untuk mendukung karya tulis mahasiswa.


Dengan demikian, kami mengharapkan kontribusi dan partisipasi dari seluruh mahasiswa PGSD K1 dan K3 UNY  supaya berperan aktif dalam pembuatan karya tulis. Kami selalu mengharapkan saran dan kritik demi kemajuan kita bersama.


Akhir kata kami mengucapkan selamat menjalankan aktivitas, selalu jaga kesehatan dan tetap semangat kepada seluruh sahabat. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Aamiin...


----------------------------------------------------

🌿Official Account HIMA PGSD Kampus 3 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus3uny

Youtube    : PGSD Kampus 3 UNY

Blogspot   : pgsdkampus3-uny.blogspot.com

Twitter      :  @pgsdkampus3uny

_______________

#Cakranegara

#HIMAPGSDK3

#HIMAPGSDK3UNY2022

Desember 04, 2021

Unjuk Karya (Cerpen)

by , in
    



Tentang Pilihan  

Karya : Rahmawati Salsabila (PGSD 2020)


        Tanaka bersama empat orang temannya berangkat dari desa untuk berburu pada pagi-pagi buta. Mereka telah menyiapkan bekal untuk bermalam di hutan sampai keesokan harinya. Sudah hampir petang tetapi sialnya mereka hanya mendapatkan dua binatang buruan. Mereka ingin mendapat satu ekor lagi untuk dibawa pulang. Mereka pun memutuskan untuk lebih dalam menjelajahi hutan tanpa menghiraukan perbekalan mereka yang sudah menipis. Pada siang hari saat makan siang, mereka baru menyadari jika perbekalan mereka sudah hampir habis, seseorang dari mereka pun berucap ”Mari kita masak salah satu rusa ini, tak apa jika kita pulang hanya membawa satu rusa daripada mati kelaparan disini”. Tanaka yang menjadi pemimpin rombongan pemuda itu mengiyakan, Ia tak mau sampai teman -temannya kelaparan. Sehabis menyantap makanan, mereka memutuskan untuk pulang dengan perbekalan yang tersisa. Tapi Tanaka bergeming, Ia mengingat janjinya kepada seseorang untuk membawakan seekor kijang sesuai permintaannya. ”Tana, kau tak punya cukup bekal, ayo pulang saja”, ucap salah seorang temannya. ”Aku akan pergi ke danau untuk mengambil air dan akan memetik beberapa buah di dekat sana, jangan khawatirkan aku, aku bisa jaga diri”, jawab Tanaka. Mereka pun berpisah.

        Setelah dari danau Ia pun melanjutkan perjalannya seorang diri. Akhirnya ia menemukan sekumpulan kijang dan ia pun mengarahkan anak panahnya ke salah satu kijang, sayangnya anak panahnya meleset yang membuat sekumpulan kijang itu menjadi berpencar. Ia mengikuti salah satu kijang dan mencoba memanahnya. Namun, usahanya belum membuahkan hasil, Ia pun beristirahat di sebuah pohon besar dan rindang sambil menyantap buah-buahan seadanya yang telah Ia petik sebelumnya. Tiba – tiba Ia terkejut melihat ular yang berada di dekatnya, Ia panik dan berusaha mengusir ular tersebut tetapi ular tersebut malah menggigit kaki kiri Tanaka. Ia pun merintih kesakitan sambil sesekali berteriak minta tolong meskipun Ia tau jika tidak ada orang yang akan mendengar teriakannya. Teriakannya mereda dan berangsur-angsur menghilang. Kaki kiri Tanaka semakin lama semakin membiru, Ia sangat kesakitan hingga tak sadarkan diri.

        Suatu cahaya meneranginya, sayup-sayup Tanaka membuka kedua matanya. "Apakah sudah pagi?”, tanyanya dalam hati. Cahaya itu berangsur-angsur menjauh darinya tatkala Tanaka benar-benar telah membuka matanya. Ternyata Ia menemukan fakta bahwa matahari belum terbit, Ia mencoba merasakan kakinya dan teryata Ia tak merasakan sakit. Pandangannya beralih kepada cahaya yang tadi menyilaukannya. Ia berusaha mendekati cahaya itu dan betapa terkejutnya Ia ketika menemui bahwa cahaya itu berasal dari seorang gadis yang sangat cantik. "Apakah aku sudah mati?”, tanyanya kepada gadis itu. “Belum, kamu belum mati”, jawabnya. ”Lalu siapa kau, mengapa tubuhmu dapat mengeluarkan sinar dan yang aku ingat tadi malam aku merintih kesakitan”, tanya Tanaka. "Aku, aku, emm, aku akan menjelaskan sesuatu tapi aku harap kamu bisa mempercayaiku”, jawab gadis cantik itu. "Katakan saja,beri aku penjelasan”, jawab Tanaka.

            “Aku adalah putri Arete, aku bukan manusia sepertimu. Aku tinggal di sana (sambil menunjuk ke arah langit). Kami para putri selalu penasaran dengan dunia manusia, tetapi kami tidak berani untuk berbaur dengan manusia. Kami ingin merasakan menjadi manusia yang tinggal di bumi. Jadi, jika malam hari di bumi kami turun untuk bermain di hutan ini. Saat menjelang fajar kami bergegas kembali ke kayangan, meksipun tempat ini adalah hutan belantara, tetapi kami tetap takut akan bertemu dengan manusia yang masuk ke hutan ini. Dan, tadi aku menjumpaimu tak sadarkan diri disini sendirian, jadi aku berniat menyembuhkan luka di kakimu agar kau bisa terselamatkan. Tetapi teman-temanku sangat ketakutan ketika melihatmu dan mereka pun meninggalkanku bersamamu". Sambil terus menjelaskan dan meyakinkan Tanaka tentang apa yang sebenarnya tengah terjadi, matahari pun telah menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Putri Arete berpamitan hendak kembali ke kayangan, tetapi Tanaka menahannya,T anaka telah jatuh cinta kepada putri Areta. Putri Areta pun berkata jika Tanaka ingin bertemu dengannya lagi, maka datanglah kemari besok.

       Setelah berpisah dengan Putri Areta, Tanaka pun kembali ke rumahnya. Ia terus saja memikirkan putri Areta atas kebaikan dan kecantikannya yang tak bisa Ia lupakan. Sebelumnya Tanaka lebih dahulu menaruh hati kepada Salina. Salina adalah seorang gadis yang menjadi incaran para pemuda. Salina pun menaruh hati kepada Tanaka, tetapi Ia tak mau secara cuma-cuma menerima cinta Tanaka. Maka dari itu, Salina kerap meminta banyak hal kepada Tanaka untuk membuktikan seberapa besar pengorbanan Tanaka untuk mendapatkannya dan setelah itu Salina akan menerima cinta Tanaka.

        Tiap menjelang petang Tanaka rajin pergi ke hutan untuk bertemu dengan putri Arete dan kembali pada keesokan paginya. Mereka berdua menghabiskan malam berdua di hutan, mereka berdua saling jatuh cinta. Di lain tempat, Salina tak mengerti mengapa Tanaka sudah tak pernah menemuinya, kijang permintaannya pun tak pernah Tanaka serahkan kepada Salina. Karena penasaran, Salina pun mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Ia pergi ke rumah Tanaka diam-diam dan memata-matanya. Ia melihat Tanaka hendak pergi ke arah hutan, Ia pun membuntutinya, meskipun hari akan segera gelap tetapi tak membuat Salina membatalkan niatnya. Sampailah ke tempat dimana Ia mengetahui kebenaran yang selama ini tak pernah terpikirkan olehnya. Hati Salina seperti tercabik-cabik menerima kenyataan yang baru saja dilihatnya, Ia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

         Di lain hari Salina menemui Tanaka. "Tanaka, aku mencintaimu, cintamu kepadaku berbalas, aku memilihmu Tanaka”, ucap Salina sambil menatap mata Tanaka. Tanaka tertegun karena kalimat yang baru saja Salina ucapkan. Salina tak pernah mengatakan kalau Ia mencintai Tanaka sebelumnya, Tanaka masih sama seperti pemuda-pemuda lain yang menunggu keputusan dari Salina. Jika saja Tanaka tak pernah bertemu dengan putri Arete, mungkin Ia akan merasakan senang bukan kepalang tetapi kini di hatinya sudah tertulis nama gadis lain, Ia tak bisa menyangkalnya, Ia memilih putri Arete. Salina yang mendengar penjelasan dari Tanaka pun terisak dan pergi berlari meninggalkan Tanaka. 

          Tanaka kembali menemui putri Arete, Tanaka berniat melamar putri Arete. Putri Arete pun tersenyum dan menerima lamaran dari Tanaka. "Itu berarti aku harus menjadi manusia seutuhnya. Aku akan kehilangan kekuatanku, aku tak akan bisa kembali ke kayangan, aku tak akan bisa menyembuhkan manusia lagi, aku akan diusir dari kayangan, dan menjadi manusia biasa”, kata Putri Arete. "Aku akan menerimamu apa adanya putri Arete”, ucap Tanaka meyakinkan. ”Berjanjilah Tanaka, kau akan setia. Karena setelah aku menjadi manusia seutuhnya, aku tak punya hubungan lagi dengan kayangan, aku hanya punya dirimu seorang”, kata Arete. ”Aku berjanji”, ucap Tanaka. ”Baik, mulai sekarang panggil aku Arete saja”, kata putri Arete.

        Setelah itu, Tanaka dan putri Arete pun menikah. Mereka tinggal di rumah Tanaka. Tetapi hampir satu tahun, mereka berdua belum juga di karuniai putra. Suatu malam, putri Arete termenung di jendela kamarnya sambil menatap langit malam. Di lihatnya cahaya yang menghampirinya. Ia adalah salah satu putri dari kayangan. Ia diperintahkan oleh ibunda putri Arete untuk membantu kesulitan yang sedang dialami oleh putri Arete. Putri itu menjelaskan jika Putri Arete dapat memiliki keturunan jika ia dapat menemukan mutiara di tengah hutan. Tetapi putri Arete harus pergi sendiri, tidak ada yang boleh menemaninya. Mendengar kabar baik yang disampaikan oleh temannya, putri Arete pun berterima kasih. Putri Arete juga mendapat pesan jika bantuan dari ibundanya hanya sebatas ini, lain waktu ibundanya tidak akan bisa membantunya lagi. Putri Arete pun berpamitan kepada Tanaka. Ia pun berpesan agar menunggunya sampai Ia kembali. Tanaka tak boleh menyusulnya apapun alasannya. Tanaka pun berjanji akan menunggu putri Arete sampai Ia kembali. Putri Arete pun pergi.

         Belasan purnama telah berlalu, Putri Arete tak kunjung pulang. Tanaka sangat merindukannya. Pada suatu malam, Ia duduk termangu di depan rumahnya. Menikmati purnama yang kesekian kalinya dalam sebuah penantiannya. Saat melihat ke langit, Ia melihat ada bintang jatuh. Bintang jatuh itu jatuh di depan Tanaka. ”Hai pemuda, ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu? aku melihatmu termurung sendirian disini”, kata peri bintang. "Aku merindukan istriku, Ia telah lama pergi tetapi tak kunjung kembali, apa kau dapat membantuku?”, tanya Tanaka. ”Tentu,aku dapat membantumu. Ikutlah terbang bersamaku, akan aku bantu mencari istrimu”, ucap peri bintang. Tanpa pikir panjang Tanaka menerima bantuan dari peri bintang. ”Aku jelaskan terlebih dahulu. Genggamlah tanganku dan tutuplah matamu,jika kau sudah merasakan keberadaan istrimu, kau lepaskan tanganku, maka kau akan segera bertemu dengan istrimu, tetapi jika ternyata istrimu tidak ada, kamu akan jatuh dan mati. Apakah kamu berubah pikiran?, tanya peri bintang. Tanaka yang merasa bahwa Ia benar-benar mencintai istrinya yakin akan menemukan putri Arete dan memilih melupakan pesan dari istrimya

        Tanaka dan peri bintang pun terbang. ”Saat kau merasa istrimu begitu dekat denganmu, lepaskan tanganku”, kata peri bintang. Beberapa waktu telah berlalu, ”Berhenti, aku yakin istriku ada disini”, ucap Tanaka. ”Apakah kamu yakin?” tanya peri bintang. ”Aku yakin”, ucap Tanaka. Namun ternyata  perkirannya salah sehingga Tanaka pun jatuh ke bumi dan meninggal dunia. Peri bintang menatap pemuda yang Ia cintai jatuh dari ketinggian dengan perasaan puas sekaligus iba.

~~°°~~

            Salina memutuskan untuk menemui sumur ajaib yang bisa mengabulkan permintaan. Ia ingin balas dendam kepada Tanaka atas sakit hati yang Ia rasakan. Sumur ajaib itu berkata, ”Aku dapat mengabulkan permintaanmu. Tapi selalu ada pengorbanan dalam setiap permintaan. Akan kujadikan kau peri bintang untuk membalaskan dendammu tetapi kau akan selamanya menjadi bintang di langit”, kata sumur ajaib itu. ”Ya, Aku rela”, jawab Salina.

 


 

Desember 04, 2021

IMPOST Magazine Vol.3

by , in


 ✨ IMPOST Magazine Volume 3✨

Haii Haiii Sahabat IMPOST🥰

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini telah terbit IMPOST Magazine HIMA PGSD K1 Tahun 2021 lhoo!..

Yuk langsung klik di sini 

⇒⇒ IMPOST-vol3 ⇐⇐ 


        Kami berharap melalui majalah ini informasi dan komunikasi diantara anggota kepada pengurus, pengurus kepada anggota, dan anggota kepada anggota menjadi lebih dekat, jelas, cepat dan erat. KARMA (Karya Mahasiswa) dan IMPOST Magazine inilah yang kami harapkan dapat menjadi salah satu media dan sarana komunikasui serta komunikasi untuk mendukung karya tulis mahasiswa.

        Dengan demikian, kami mengharapkan kontribusi dan partisipasi dari seluruh anggota, pengurus IMPOST Magazine supaya berperan aktif. Kami selalu mengharapkan saran dan kritik demi kemajuan kita bersama.

        Akhir kata kami mengucapkan selamat menjalankan aktivitas, selalu jaga kesehatan dan tetap semangat kepada seluruh sahabat. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Aamiin...


----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus I UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @/pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

Agustus 17, 2021

IMPOST E-Buletin #9

by , in


✨ IMPOST E-Buletin #9 ✨


Haii Haiii Sahabat IMPOST🥰

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini telah terbit E-Buletin IMPOST#9 HIMA PGSD K1 Tahun 2021 lhoo!..

Yuk langsung klik di sini ⇒⇒⇒E-buletin IMPOST #9⇐⇐ ⇐ 

Check this trough the links out!!


Kami berharap melalui E-Buletin ini informasi dan komunikasi diantara anggota kepada pengurus, pengurus kepada anggota, dan anggota kepada anggota menjadi lebih dekat, jelas, cepat dan erat. KARMA (Karya Mahasiswa) dan E-Buletin IMPOST inilah yang kami harapkan dapat menjadi salah satu media dan sarana komunikasui serta komunikasi untuk mendukung karya tulis mahasiswa.


Dengan demikian, kami mengharapkan kontribusi dan partisipasi dari seluruh anggota, pengurus E-Buletin supaya berperan aktif. Kami selalu mengharapkan saran dan kritik demi kemajuan kita bersama.


Akhir kata kami mengucapkan selamat menjalankan aktivitas, selalu jaga kesehatan dan tetap semangat kepada seluruh sahabat. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Aamiin...


----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @/pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

Agustus 17, 2021

DIRGAHAYU REPUBLUK INDONESIA KE-76TH

by , in

 

DIRGAHAYU REPUBLUK INDONESIA KE-76TH

.

✨17 AGUSTUS 2021 ✨

Selamat dan semangat HUT ke-76 Republik Indonesia! Semoga langkah Tanah Airku tercinta semakin dimudahkan ke depannya.

.

🇮🇩Nasib bangsa tak akan berubah jika kita tak mengubahnya. Teruslah melangkah maju dan sehat selalu! Lekaslah pulih bangsaku!!🇮🇩

.

Salam semangat dan sukses selalu-dari kami HIMA PGSD Kampus 1 💫

----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgsdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas

Agustus 14, 2021

DIES NATALIS KE-71 FIP UNY

by , in

 


[CELEBRATING DAY]

.

.

DIES NATALIS KE-71 FIP UNY

Sebagai sarana mempererat rasa kekeluargaan kita warga FIP UNY.

.

Tema : "Ilmu Pendidikan untuk Peradaban Baru"

.

.

✨Jangan jadikan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkan harta demi memperoleh uang untuk memperkaya dirimu. Belajarlah supaya tidak menjadi bodoh dan dibodohi orang lain✨-Ulilamrir Rahman

#DiesNatalis71FIPUNY

.

Semangat dan sukses selalu-dari kami HIMA PGSD Kampus 1 💫

----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgsdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas

Agustus 14, 2021

HARI PRAMUKA NASIONAL 2021

by , in

 



✨ SELAMAT HARI PRAMUKA NASIONAL 2021✨


Tahun ini, Hari Pramuka Nasional mengangkat tema

"Berbakti Tanpa Henti"

.

.

✨ Selamat Hari Pramuka ke-60, berbakti tanpa henti, berjuang tanpa kenal lelah, turut membangun bangsa melalui gerakan pramuka!✨

.

Semangat dan sukses selalu-dari kami HIMA PGSD Kampus I 💫

----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus I UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgsdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitasPGSDk12021

Juli 27, 2021

KARMA (KARYA MAHASISWA)

by , in


KARMA (KARYA MAHASISWA)


Haloo semuanya🥰 Gimana nih kabarnya? Semoga kamu sehat selalu, ya. Hehehe🌈

KARMA (Karya Mahasiswa)  balik lagi lhoo!! ✨


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian". - Pramoedya Ananta Toer


Yuk mulai menulis "KARMA" mu sekarang,  dan tunjukkan pendapat, pikiran serta perasaanmu🌈

Karya dapat berupa : puisi, tips and tricks, cerpen,  komik, esai, artikel, dll. 

Karyamu akan dimuat dalam E-Buletin #9 atau Unjuk Karya, lohhh!!🎉🎉 


Tunggu apa lagi? 

Yok buruan kirim karyamu ke :

📩 : pgsdkampus1uny@gmail.com

📌 Jangan lupa sertakan identitasmu : 

 (Nama,  Kelas, No. Hp)

📌Batas pengumpulan sampai 31 Juli 2021


📲 More Info :  wa.me/+6285526290356 (Putri)


Kami tunggu karya terbaikmu🥰

Semangat selalu dan jaga kesehatan !! 


-Dari kami HIMA PGSD Kampus 1 💫

----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @/pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

 

Juni 24, 2021

IMPOST E-Buletin #8

by , in


 

✨ IMPOST E-Buletin #8 ✨

Hallo warga UNYu🥰

Semoga temen-temen sekarang tetap sehat dan masih semangat buat menjalani perkuliahan online ini yaaak !! 😇

Nah buat temen-temen semua nih yang lagi mikirin tugas kuliah, mending take a break dulu buat baca IMPOST E-Buletin #8 dari karya mahasiswa PGSD K1 dan 3 FIP UNY 😍 Di edisi kali ini, kita juga mereview banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan lhooo !!! Ada juga Program Kerja yang telah dilaksankan lho, jadi yuk lebih mengenal HIMA!✨


Penasaran?? Yuk download disini:

⇒⇒IMPOST-EBULETIN8⇐⇐


Tunggu apa lagi?? Buruan didowload dan dibaca!!❤️

-Dari kami HIMA PGSD K1 dan 3 FIP UNY 💫

----------------------------------------------------

🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿

Instagram : @pgsdkampus1_uny

Twitter : @/pgsdkampus1uny

Youtube : PGSD Kampus 1 UNY

Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com

Email : pgdkampus1uny@gmail.com

----------------------------------------------------

#HIMAPGSDk1

#SenayaJatarupa

April 01, 2021

Lomba Esai Nasional 2021

by , in




📢 HIMA PGSD KAMPUS I FIP UNY dengan bangga mepersembahkan 📢

LOMBA ESAI NASIONAL ✨
dalam rangkaian Semarak PGSD

Salam Pendidikan! 💚
Halo, teman-teman mahasiswa! 🤩
Kembali hadir, Lomba Esai Nasional HIMA PGSD Kampus I UNY dengan tema:

💠 "Kreativitas Generasi Milenial untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu di Era Digitalisasi" 💠

📚 Subtema
  ▪︎ Media Pembelajaran
  ▪︎ Model Pembelajaran
  ▪︎ Inovasi Pembelajaran Berbasis IT

📆 Timeline
  🏷️ Pendaftaran dan pengumpulan naskah esai:
       ▪︎ Gelombang 1 : 1 April - 24 April 2021
       ▪︎ Gelombang 2 : 25 April - 9 Mei 2021
  🏷️ Batas akhir pengumpulan : 9 Mei 2021
  🏷️ Penjurian : 10 -20 Mei 2021
  🏷️ Pengumuman 10 besar : 21 Mei 2021
  🏷️ Pengumuman pemenang : 22 Mei 2021

💰 Biaya Pendaftaran
  ▪︎ Gelombang 1 : Rp30.000,00/naskah
  ▪︎ Gelombang 2 : Rp35.000,00/naskah

🎁 Hadiah
  ▪︎ Juara 1 : Rp800.000,00 + piala + sertifikat
  ▪︎ Juara 2 : Rp600.000,00 + piala + sertifikat
  ▪︎ Juara 3 : Rp400.000,00 + piala + sertifikat
  ▪︎ 10 besar : E-sertifikat 10 besar terbaik
  ▪︎ Seluruh Peserta : E-sertifikat + E-book kumpulan esai

📍 Pendaftaran dan panduan lomba dapat diklik pada pilihan dibawah ini
  ▪︎ Panduan Lomba
  ▪︎ Pengumpulan Esai
  

☎️ Narahubung

Daftarkan dirimu sekarang juga! 🥳🥳
STAY TUNED DAN PANTAU SOSIAL MEDIA KAMI AGAR TIDAK KETINGGALAN! 🥳🥳
__________

Official Account HIMA PGSD KAMPUS I FIP UNY
Instagram : @pgsdkampus1_uny & @semarakpgsd.uny
Youtube    : PGSD Kampus 1 UNY
Blogspot   : pgsdkampus1_uny.blogspot.com
Twitter      :  @pgsdkampus1uny
__________
#SenayaJatarupa
#HIMAPGSDK1UNY2021
#BekerjaIkhlasBerkaryaTotalitas
__________
#lombanasional #lombaesai #pendidikan #lombaesainasional #pgsd #mahasiswa #lombamahasiswa
Maret 31, 2021

IMPOST E-Buletin #7

by , in


IMPOST E-Buletin #7

Hallo warga UNYu🥰
Semoga temen-temen sekarang tetap sehat dan masih semangat buat menjalani perkuliahan online ini yaaak !! 😇
Nah buat temen-temen semua nih yang lagi mikirin tugas kuliah, mending take a break dulu buat baca IMPOST E-Buletin #7 dari karya mahasiswa PGSD K1 dan 3 FIP UNY 😍 Di edisi kali ini, kita juga mereview banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan lhooo !!! Ada juga Program Kerja yang telah dilaksankan lho, jadi yuk lebih mengenal HIMA!✨

Penasaran?? Yuk download disini:


Tunggu apa lagi?? Buruan didowload dan dibaca!!❤️

-Dari kami HIMA PGSD K1 FIP UNY 💫
----------------------------------------------------
🌿 Official Account HIMA PGSD Kampus 1 UNY 🌿
Instagram : @pgsdkampus1_uny
Twitter : @/pgsdkampus1uny
Youtube : PGSD Kampus 1 UNY
Blog : pgsdkampus1-uny.blogspot.com
Email : pgdkampus1uny@gmail.com
----------------------------------------------------
#HIMAPGSDk1
#SenayaJatarupa


 

Januari 27, 2021
by , in

 

Pengumuman Pengurus HIMA PGSD K1 2021

  • Ketua              : Negi Irawan
  • Wakil Ketua     : Nafida Rahmah Ardin
  • Sekretaris :
    1. Mutiara Eka Putri
    2. Nur Sya’ban Anisa
  • Bendahara :
    1. Anintya Listi Windi S.
    2. Tisca Mardyani
  • PSDM : 
    1. Doni Purnomo Jati
    2. Nafisah Inka Nurlita
    3. Pilar Ilal Haq M.
    4. Sulistyo Pambudi 
    5. Kurnia Ajeng Safitri
    6. Desta Ariani Nurfaizah 
    7. Meisya Dian Anggraeni
  • Humas :
    1. Rizky Rahmawan
    2. Anya Shafa Putrika
    3. Febry Nugrahani
    4. Amalia Nur Asta K.
    5. Muhammad Zidan Arya Bima
    6. Azizah Maghfirani 
    7. Lutfiana Nurrohma
    8. Desvita Eka Maharani
  • KWu : 

    1. Salsabila Wening Sinawang
    2. Nur Rania Azzahra 
    3. Ikin Muttaqin
    4. Kharisma Putri Laila S.
    5. Almas Noor Huda
    6. Angger Winisi P
    7. Aurelya Andini Putri
    8. Asmi Listiyana

  • Miba : 

    1. Rifaldo Carlos
    2. Tri Indah Sari 
    3. Khasanah Rahmawati
    4. Farika Nurdiana Salsabila
    5. Catur Setyo Nugroho 
    6. Fadhilah Ismiyatun Aunillah
    7. Herlin Martuti
    8. Afiqoh Zulfah Mubarokah

  • PSP : 

    1. Fatika Chandra Annisa
    2. Laili Khamidah
    3. Hemi Tri Zakhwa
    4. Dian Restu Hidayat
    5. Della Nur Kirani
    6. Pambayun Wardani Candra Dewi
    7. Mia Wijayanti
    8. Askha Egyta Rikayana

  • Kominfo: 

    1. Ramadhan Arif Kurniawan
    2. Nur'aini Salma Hanifah
    3. Risma Febi Anjasti
    4. Ulima Khoirul Azzah
    5. Akbar Rosyadi
    6. Defitri Retno Tri Arumi 
    7. Shianindra Rahmani Putri 
    8. Cindy Widya Hastuti


Selamat bergabung dan berproses bersama keluarga HIMA PGSD Kampus 1 FIP UNY